Thursday, November 27, 2008

News

Sektor Jasa Jakarta Harus Memiliki Standar Internasional


(Vibiznews – Tax) - Sektor jasa terbukti telah memberikan kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi Jakarta sehingga sektor ini harus didorong agar mampu memiliki standar internasional.

"Ketiadaan jasa yang berkualitas akan mempengaruhi geliat perekonomian Jakarta," kata kandidat Ketua Umum Kadin Provinsi Jakarta, Eddy Kuntadi di Jakarta, Kamis, saat silaturahmi dengan para pengusaha.

Pada 2007, Jakarta mencatat pertumbuhan 6,8 persen yang merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Pertumbuhan ini disokong oleh berkembangnya perdagangan dan jasa.

Berdasarkan data BPS, sektor usaha yang menjadi penyumbang terbesar perekonomian Jakarta adalah perdagangan, hotel dan restoran (7,9 persen), sektor bangunan (8,1 persen) serta pengangkutan dan transportasi (14,1 persen).

Eddy mengatakan, dalam pelayanan jasa, Jakarta akan dibandingkan dengan kota pusat perekonomian lain di dunia sehingga sektor jasa harus didorong agar mampu memiliki standar internasional.

Eddy juga mengatakan, diperlukan pembenahan mendasar agar Jakarta menjadi surga bagi pelaku bisnis. Jakarta harus membenahi infrastruktur terutama jalan dan transportasi.

Pemerintah juga harus melayani dengan pelayanan terbaik sekaligus mengatur agar aktivitas ekonomi berjalan dengan adil.

Paralel dengan itu pemerintah juga harus menjamin kepastian hukum sehingga memberikan kenyamanan bagi investor.

"Kita tidak ingin mendengar lagi kisah hengkangnya investor karena tidak adanya kepastian hukum," kata Eddy yang juga Presiden Direktur PT Suryandra Nusa.

Mengenai peran Kadin Jaya, Eddy mengatakan, Kadin Jaya sebagai wadah aspirasi pengusaha Indonesia hendaknya memegang peran penting dalam menggerakkan pelaku usaha di Jakarta agar mampu bertahan dan berkembang di tengah iklim usaha yang makin kompetitif.

Kadin harus dapat menjadi rujukan sekaligus tempat bernaung pelaku ekonomi di Jakarta. "Kadin bukan hanya tempat berkumpul tetapi juga sebagai alat perjuangan pengusaha agar iklim usaha kondusif dan persaingan usaha berjalan secara adil," kata anggota Dewan Kehormatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia tersebut.

Menurut rencana pemilihan Ketua Umum Kadin Jaya akan dilakukan pada 18 November.


Ref : Service and CRM


Customer-Centric, Fokus Kepada Pelanggan

Oleh: Rinella Putri

(Vibiznews – Service) – Banyak organisasi yang kini sudah mulai bergerak ke arah organisasi yang customer-centric. Mereka membentuk model bisnis yang berfokus kepada pelanggan, demi menyampaikan value proposition bagi pelanggan, serta memberikan kepuasan pelanggan.

Implikasi dari sebuah customer-centric organization adalah: setiap anggota organisasi harus berfokus terhadap pelanggan, tak terkecuali seorang CEO. Sebagai pemimpin, CEO tentunya memiliki banyak agenda, tak terkecuali interaksi dengan pelanggan. Lalu, seberapa banyak seorang CEO harus meluangkan waktu bagi pelanggan? Kemudian dalam bentuk kegiatan apa?

John Quelch dalam HBS Working Knowledge berpendapat bahwa pemimpin harus berani melangkah keluar dan menemui pelanggannya secara langsung. Sehingga pemimpin berfungsi sebagai teladan bagi yang lain.

Dalam artikelnya, beliau mengungkapkan bahwa seberapa besar waktu yang harus diluangkan oleh CEO khusus untuk pelanggan tergantung pada tipe bisnisnya. Jika tipe bisnisnya adalah jasa, dimana level interaksi dengan pelanggan cukup tinggi, maka CEO perlu untuk menekankan pada training ataupun motivasi staf front-line. Seandainya industrinya adalah farmasi, misalnya, maka waktu yang disisihkan untuk inovasi produk, misalnya berinteraksi dengan ilmuwan, lebih penting dibandingkan dengan pelanggan. Sementara itu, jika strateginya adalah minimalisasi biaya, maka tentunya interaksi dengan pelanggan demi mengejar strategi kustomisasi menjadi kurang relevan.

Setidaknya ada tiga aktivitas yang dianggap penting oleh Quelch dalam rangka meningkatkan fokus kepada pelanggan, diantaranya: 1) identifikasi beberapa metric yang merupakan indikator kinerja penjualan; 2) CEO memastikan bahwa perusahaan tetap mampu memperoleh peluang produk/pasar yang baru; dan 3) CEO harus mengembangkan talent yang bakal mendukung strategi customer-centric perusahaan.

Berikut ini adalah kasus Disney dan dalam menerapkan pendekatan customer-centric pada perusahaannya.

Dulu, sebelum Disney mengacu kepada metric customer-centric, profitabilitas yang mereka raih kurang optimal. Setelah dilakukan analisa, nyatanya meskipun taman bermain cukup laris, namun hanya sekitar 25% dari seluruh pengeluaran pelanggan yang masuk untuk Disney. Sisanya lari ke pengeluaran seperti transportasi, hotel maupun restoran. Sejak itu, Disney membangun hotel dan pertokoan, bahkan bekerjasama dengan maskapai penerbangan. Sehingga, Disney akhirnya mampu meningkatkan porsi pengeluaran pelanggan bagi Disney hingga 75% dengan cara tersebut.

Pada tahun 2005, Best Buy mulai menerapkan strategi customer centricnya. Mereka berfokus dalam mengerjakan database pelanggan untuk mengetahui bagaimana karakter unik dan kebutuhan masing-masing pelanggan. Selanjutnya mereka melakukan segmentasi terhadap pelanggan utama, kemudian mengadaptasikan segmentasi tersebut ke dalam ritel. Ditambah lagi, Best Buy juga berinvestasi banyak pada customer service, sehingga front line dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh pelanggan. Hasilnya, dengan menerapkan customer-centric, pada kuartal pertama Best Buy memperoleh gain 85%. Dalam bisnis ritel seperti ini, maka peran dari front line sangatlah penting. Oleh karena itu, CEO perlu banyak memberi motivasi kepada mereka, ataupun sesekali berinteraksi secara langsung dengan pelanggan.

Ref : Service and CRM


Jasa Paket Melalui Pos Naik 200 Persen


(Vibiznews - Service) - Menjelang Lebaran 2008 kemarin, jumlah pengguna jasa paket antaran barang melalui Kantor Pos Kudus, Jawa Tengah meningkat 200 persen dibanding hari biasa.

Menurut Kepala Kantor Pos Kudus, Aris Gunadi, di Kudus, jumlah jasa paket antaran barang sebelumnya berkisar antara 40-70 paket per hari, namun mendekati Lebaran jumlahnya melonjak antara 100-200 paket/hari.

Untuk menjaga mutu pelayanan, ia menambah tujuh tenaga kerja baru bagian pengepakan dan bagian pelayanan paket barang lain yang masih membutuhkan tambahan tenaga kerja.

Selain itu, katanya, untuk memotivasi petugas agar bekerja lebih maksimal saat jasa paket meningkat, setiap pagi diberi pengarahan. "Setidaknya, para pekerja dapat mengungkapkan keluhan dan kekurangan selama bekerja sehingga dapat segera terselesaikan," katanya.

Apalagi, pengguna jasa paket antaran berharap barang mereka segera sampai ke tempat tujuan sebelum Lebaran.

"Layanan paket untuk Jawa dan Sumatra tidak ada kendala, hanya saja untuk layanan antaran ke wilayah timur, seperti Nusa Tenggara Timur dan Makasar ketepatan dan kecepatan jasa antaran tergantung pihak ketiga," katanya.

Sementara itu, untuk menjamin keamanan paket antaran terutama sejumlah barang berharga telah diasuransikan sehingga konsumen dapat mengajukan klaim jika terjadi kerusakan.

"Hingga kini, klaim kerusakan memang belum ada. Meski demikian, kami selalu mengutamakan keamanannya hingga sampai ke tujuan," tegasnya.

Bahkan, kata dia, sejumlah paket antaran yang diterima diupayakan langsung diantar ke tempat tujuan. "Paket yang pertama masuk langsung kita antarkan. Yang jelas kita hindarkan penimbunan barang dalam jumlah banyak," ujarnya.

Ref : Service and CRM

0 comments:

 

My Blog List

Site Info

Followers

Service and CRM Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template